Arsip

Posts Tagged ‘dalam’

Sukses dalam Karier ala Keraton

Juni 29, 2011 Tinggalkan Komentar

Kepemimpinan dalam karier dibutuhkan, Anda bisa belajar dari prinsip keraton Jawa.

KOMPAS.com – Keraton identik dengan nilai tradisi yang kerapkali dianggap ketinggalan zaman. Namun nyatanya, nilai luhur kepemimpinan yang diajarkan di dalam keraton masih relevan dilakukan di masa modern kini. Menurut Raja Keraton Surakarta Pakoe Boewono XIII Tedjowulan, filosofi kearifan Jawa yang dipahaminya bisa menjadi teladan bagi generasi muda, termasuk ketika menjalani kepemimpinan dalam karier.

“Kepemimpinan, harus berada di tangan orang yang utuh, yang memenuhi ‘wewaler’,” ujar Tedjowulan dalam sambutannya usai acara Wisudan Santana di Aula Sasono Wiwoho, Jalan Mangunsarkoro 69, Menteng, Jakarta, Minggu (26/6/2011) lalu.

Tiga prinsip “Wewaler”
“Wewaler” yang dimaksud Tedjowulan mengandung tiga makna. Pertama, pemimpin harus
mendalami makna hidupnya dan mengusahakan agar hidupnya seimbang dan selaras. Misalnya dalam kehidupan rumah tangga dan pekerjaan, keduanya harus bisa diatur dengan seimbang sehingga tak ada yang merasa dipinggirkan. Para perempuan modern sudah mulai bisa melakukan ini, yakni tetap fokus pada keluarga meski menjalani karier yang sangat sibuk.

Kedua, pemimpin harus terlatih sehingga mampu menangkap isyarat perubahan zaman. “Ia hendaknya mencita-citakan kaprawiran, keluhuran budi, serta mengekang diri dan prihatin,” jelas Tedjowulan.

Menjaga nilai luhur namun berpikiran terbuka

Tetap mempertahankan tradisi yang baik dari leluhur adalah hal yang baik, namun pemimpin harus juga bisa terbuka terhadap hal-hal baru. Caranya, dengan menjadi perempuan yang open minded, namun bersikap dan bertingkah laku yang patuh tradisi. Dengan begitu, Anda menjadi teladan yang seimbang bagi sekitar, tambahnya.

Ketiga, pemimpin seyogyanya memahami Filsafat Kepemimpinan Jawa, Hasta Brata dan Tri Bata. Tedjowulan menjelaskan filosofi Tri Bata yang masih relevan diaplikasi di masa kekinian:

* Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki)
Dengan merasa ikut memiliki, seorang pemimpin akan bisa menyatu dengan yang dipimpinnya. Saling menjaga apa yang sedang diperjuangkan bersama, sehingga perintah yang keluar pun untuk kepentingan bersama, bukan karena ego pribadi.

* Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut membela dengan ikhlas)
Membela bawahan yang melakukan kesalahan mungkin bisa dilakukan selama Anda yakin bawahan bisa memperbaiki kesalahannya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Membela perusahaan dalam banyak hal bisa juga Anda lakukan, bukan hanya sebatas profesionalitas, namun karena Anda memang mencintai profesi dan tempat bekerja saat ini.

* Mulat sariro hangrasa wani (mawas diri dan memiliki sifat berani untuk kebenaran)
Mawas diri berarti berhati-hati. Dalam mengambil keputusan, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Melihat masalah dari berbagai sudut pandang akan membantu diri lebih bijak dalam menilai sesuatu kemudian memutuskan. Jika keputusan yang Anda ambil sudah melalui tahap pertimbangan yang matang, maka Anda akan berani mmebela keyakinan meski ditentang
orang lain.

Categories: News Tag:, , ,

Tahapan Dalam Menjalin Hubungan Cinta

Juni 14, 2011 Tinggalkan Komentar

Cinta memang selalu menjadi teka-teki buat semua orang, baik wanita maupun pria. Perasaan bosan, benci, jengkel atau sebal terkadang muncul di sela-sela rasa sayang Anda terhadap pasangan. Namun dengan mengenal ‘cinta’, seseorang akan lebih mudah memahami serta mengelola hubungan dengan pasangannya. Sehingga pada muaranya, hubungan tersebut akan menjadi indah dan abadi. Dalam setiap hubungan cinta, ada tiga tahapan yang akan Anda lalui:


1


. Tahap Pertama: Cinta Romantis. Terjadi pada tahun-tahun pertama hubungan. Hubungan fisik adalah penguat kekuatan cinta. Anda berdua berada dalam tahapan yang saling berempati, merespon dengan stimulus sekecil apapun dari pasangan. Kekuatan emosi sangat berperan.


2. Tahap Kedua: Mempertahankan Kekuatan Cinta. Anda berdua mencoba mengarahkan pasangan ke bentuk ideal di mata Anda. Ada sejumlah harapan yang Anda inginkan dari pasangan. Bila harapan tersebut tidak terpenuhi, maka Anda cenderung kecewa. Begitu pula sebaliknya.


Pada tahapan ini biasanya pertengkaran mulai terjadi. Kalaupun tidak terjadi pertengkaran, biasanya karena salah satu atau kedua-duanya mencoba tetap menahan diri. Proses melampaui “tahap konfrontasi” ini membuat Anda berdua belajar untuk lebih matang melihat hubungan dan belajar meneriman pasangan.


3. Tahap Ketiga: Penerimaan Pasangan. Pada tahap ini, kematangan kedua belah pihak semakin teruji. Mereka sudah memasuki wilayah penerimaan pasangan, dan tidak mau mengubah diri untuk kebaikan berdua. Anda juga bisa melihat kelemahan pasangan sebagai suatu hal yang perlu dibantu, bukan untuk dikonrontir. Tahap ini juga sering disebut sebagai “tahap realistis”.


 

Categories: News Tag:, , , ,

Kopi Vanila dan Karamel dalam Kemasan

Juni 6, 2011 Tinggalkan Komentar

 

KOMPAS.com — Apabila Anda ingin berhemat tanpa mengurangi kesukaan Anda minum kopi, silakan mencoba Nescafe French Vanilla dan Nescafe Caramelicious.


Kopi dalam kemasan kotak karton ini merupakan varian terbaru dari Nescafe. Sebelumnya, merek kopi ini meluncurkan berbagai jenis kopi siap saji, seperti Nescafe Original, Nescafe Latte, dan Nescafe Mocha dalam kemasan kaleng 240 mililiter (ml), dan Nescafe Coffee Cream UHT dalam kemasan kotak karton 200 ml. Seperti varian Coffee Cream, French Vanilla dan Caramelicious dibuat melalui proses  ultra high treatment (UHT).


Dua varian terbaru ini terinspirasi dari tingginya pertumbuhan bisnis kedai kopi internasional ataupun lokal di Indonesia di mana tersedia beragam rasa kopi. Cita rasa karamel dan vanila yang legit ditawarkan untuk kaum muda penikmat kopi, sedangkan kemasan kotak yang siap minum ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan setiap saat.  Anda bisa memasukkannya ke dalam tas, dan menikmatinya kapan saja.


Kopi vanila dan karamel ini dikembangkan dan diproduksi di Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur, menggunakan bahan baku lokal, termasuk biji kopi Robusta dari Lampung. Nescafe berharap kedua varian ini mampu mengimbangi Coffee Cream yang merupakan varian tersukses sepanjang sejarah kopi siap saji dalam kemasan kotak karton, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Categories: News Tag:, , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.