Visi Sama Bikin Hubungan Mesra
KOMPAS.com - Komunikasi menjadi kunci kehangatan dan kemesraan hubungan pasangan suami istri. Pasutri yang memiliki kegemaran sama bisa menjadi salah satu faktor cairnya percakapan. Dengan begitu, baik suami mau pun istri, leluasa mengungkapkan apa saja, tak ada salah paham yang kadang bikin hubungan pasutri renggang.
Obolan soal musik selalu “seksi” bagi pasangan musisi, Endah dan Rhesa. Pasangan ini mengaku menikah karena musik, menjalani kehidupan pribadi dan rumah tangga juga karena musik, dan musik yang selalu menyatukan keduanya, di panggung juga di luar penampilan duo-nya.
“Setiap kali di kendaraan, obrolan yang keluar pasti selalu seputar musik. Tentang lagu bagus, video klip yang bagus, apa saja tentang musik. Kesamaan hobi dan perhatian inilah yang bikin kita selalu merasa nyaman,” aku Endah kepada Kompas Female seusai membawakan dua lagu menghibur tamu undangan dalam acara makan malam di kediaman Martha Tilaar belum lama ini.
Rhesa menambahkan fokus utamanya bersama istri, 70 persen adalah untuk musik, 30 persennya untuk rumah tangga. Kecintaan keduanya terhadap musik membuat hubungan pasutri tetap nyaman kapan saja dan di mana saja. Meski satu profesi dengan panggung yang sama, Endah dan Rhesa mengaku nyaman dengan kehidupannya sebagai musisi dan pasutri. Tak sulit bagi keduanya menjalani hubungan sebagai pasangan dan mitra kerja.
“Yang penting komunikasi sehingga bisa saling mengisi. Rhesa sangat mengandalkan logika, dan saya tertular dengan caranya merespons sesuatu dengan logika sehingga bisa mengesampingkan sisi emosional saya,” jelas Endah yang menikahi Rhesa pada Desember 2009 silam.
Pasangan musisi yang mulai berpacaran sejak 2004 silam ini mengaku pernikahan membuat keduanya semakin berani bereksplorasi di panggung. Endah dan Rhesa tak lagi canggung bermesraan bermain gitar di atas panggung. Justru penampilan pasutri musisi ini menjadi semakin menarik dan punya daya tarik.
Fokus yang sama
Endah dan Rhesa kompak sebagai pasutri tak hanya di panggung. Dalam keseharian, keduanya saling memahami dan tak menuntut peran dalam rumah tangga.
“Saya lebih marah kalau Endah nggak latihan gitar ketimbang nggak bikinin kopi. Peran istri dalam rumah tangga seperti itu bukan jadi perhatian kita,” kata pria kelahiran 15 November 1983 ini, disambung oleh Endah, “Saya kadang merasa terbebani karena tak bisa ‘melayani’ sebagai istri. Saya belum bisa masak. Tetapi saya dan Rhesa tidak melihat itu sebagai masalah. Musik yang menyatukan kami dan membuat persoalan rumah tangga soal peran-peran seperti itu bukan menjadi sumber friksi,” jelas perempuan kelahiran 4 Mei 1983 ini
Selain disatukan oleh musik, pasangan ini mengaku nyaman dalam hubungan karena komunikasi dan juga toleransi. Sikap saling pengertian, yang dipicu karena perhatian utama tertuju pada dunia musik, membuat keduanya semakin menikmati kehidupan pasutri yang merangkap mitra kerja. “Masalah personal dikalahkan oleh musik,” aku keduanya, yang lebih menikmati “we time” dengan bersantai di rumah atau menonton film di bioskop.
1