Arsip

Posts Tagged ‘Jangan’

Jangan Remehkan 4 Makanan Ini

Juni 29, 2011 Tinggalkan Komentar

Penuhi asupan nutrisi dari berbagai jenis makanan, termasuk empat jenis makanan kaya gizi berikut ini.


Ubi merah
Jangan remehkan ubi merah. Makanan ini punya nilai gizi tinggi. Di dalamnya terdapat beta karoten, magnesium, zinc, dan vitamin B kompleks. Kandungan ubi merah yang luar biasa ini bisa mencegah datangnya arthritis.


Yogurt
Ingin tulang kuat? Yuk, konsumsi yogurt secara teratur. Kandungan kalsiumnya akan membuat tulang jadi kuat. Yogurt bukan hanya lezat bersanding dengan madu, tetapi juga akan menambah asupan mineral seperti magnesium, potassium, kalsium, juga vitamin B dan C.


Keju
Keju juga memberi sumbangan kalsium yang besar bagi tubuh. Sajikan di dalam sandwich bersama apel yang kaya serat dan vitamin E.


Jeruk kumkuat
Jeruk kumkuat tak banyak peminat. Padahal hanya dengan memakan tiga jeruk kumkuat, Anda sudah memenuhi 42 persen kebutuhan vitamin C sehari. Dan kalau Anda memakan bersama kulitnya, Anda sudah mengasup tiga gram serat. Kalori jeruk kumkuat juga rendah, hanya 39 kalori.


Sumber: Majalah Sedap

Categories: Kesehatan Tag:, ,

Ayo Say, Jangan Gugup Dong!

Mei 31, 2011 Tinggalkan Komentar

Perasaan gugup atau cemas saat hendak ‘bertarung’ kerap kali terjadi pada banyak pasangan. Perasaan gugup ini tak saja menghampiri kaum lelaki yang biasanya khawatir tak mampu memuaskan pasangannya, tetapi juga sering menghigapi kaum hawa.



Pada kaum hawa perasaan cemas biasanya muncul karena rasa tak percaya diri dengan keadaan fisiknya, keadaan ini juga bisa disebabkan oleh masalah harga diri yang banyak menghinggapi kaum perempuan. Hal ini dapat menghalangi secara spontan perasaan seksual dan tindakan seksual yang mengalir di dalam tubuh.


Dr N Bakshi, terapis seks asal India menjelaskan bahwa rasa cemas pada saat akan berhubunga intim dengan pasangan  dapat menyebabkan seseorang meghindari seks, perselisihan, difungsi seksual yang berefek pada rusaknya sebuah hubungan


Lantas, bagaimana agar Anda dapat membuang kekhawatiran saat di ranjang dengan pasangan?  Berikut ini tiga cara mudah yang diulas Times of India, yang dapat membantu Anda membuang rasa gugup atau kecemasan berlebih.


Meningkatkan foreplay
Jika Anda berdua menghabiskan lebih banyak waktu berdua saja. Maka, Anda berdua akan semakin nyaman dengan bagian tubuh masing-masing. Anda akan dapat fokus pada kesenangan daripada masalah yang ada pada tubuh Anda (perut berlipat, paha bergelambir, bokong tak kencang).  Cobalah mandi bersama, saling memberi pijatan satu sama lain.


Berlibur
Gunakan liburan untuk meningkatkan keintiman antara Anda dan pasangan. Lakukan hal-hal yang membuat tubuh Anda berdua jadi lebih relaks. Sekalinya Anda merasa lebih nyaman satu sama lain, maka Anda akan menemukan keintiman Anda berdua mengalir alami dan menjadi lebih muda. Carilah lokasi baru untuk berhubungan seks. Jangan membatasi diri hanya bercinta di kamar tidur saja.


Temukan lokasi lain
Coba lokasi lain di dalam atau di luar rumah Anda. Dengan cara ini, fokusnya lebih pada tempat dan bukan kurangnya performa diri. Kami merekomendasikan meja makan, kolam renang, bak mandi atau bahkan sofa.


Pada akhir pekan, semua yang perlu Anda lakukan adalah rileks. Belajarlah untuk menikmati pengalaman indah bersama pasangan Anda lewat aksi bercinta.


 

Categories: Sex Tag:,

Jangan Berhubungan Seks Saat Hamil Kalau….

Mei 23, 2011 Tinggalkan Komentar

Jangan Berhubungan Seks Saat Hamil Kalau….

KOMPAS.com – Libur berhubungan intim saat hamil? Nanti dulu, sebaiknya jangan stop sama sekali. Hubungan seksual, baik sedang hamil atau tidak, merupakan salah satu bagian penting sebagai ungkapan sayang, aman, kebersamaan, dan kedekatan antara suami-istri. Selama kondisi kehamilan Anda sehat, hubungan seksual tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan janin.

Memang, tak semua ibu hamil bisa berhubungan intim dengan dengan bebas. Berdasarkan pemeriksaan dokter, ada beberapa keadaan yang membuat Anda dan suami terpaksa libur berhubungan intim. Ini perlu dipatuhi mengingat jika dipaksakan akan membahayakan ibu dan janinnya. Berikut beberapa kondisi yang harus diperhatikan:

Mulut rahim cenderung terbuka (inkompetensi serviks). Kondisi rahim yang bagus berbentuk T. Meski begitu, saat hamil bentuknya bisa berubah menjadi seperti huruf Y, V, lalu akhirnya U. Jika berbentuk U, maka janin bisa begitu saja meluncur keluar, rawan keguguran, atau lahir prematur. Pada kondisi ini, hubungan intim tidak dianjurkan karena sangat membahayakan kondisi rahim dan janin. Setidaknya, sampai dokter mengizinkan, setelah sebelumnya mungkin dilakukan operasi kecil untuk “mengikat” rahim, yang kemudian baru akan dibuka menjelang persalinan.

Pecah ketuban. Berhubungan intim pun dilarang ketika Anda mengalami pecah ketuban. Ditandai dengan adanya cairan yang merembes keluar melalui vagina. Ini menunjukkan, perlindungan janin ikut bocor, sehingga kuman mudah masuk, lalu menginfeksi janin. Pada kondisi ini, aktivitas seksual rentan sekali dengan invasi kuman dari area vagina ke dalam rahim.

Plasenta previa. Plasenta yang letaknya rendah atau di bawah menutup sebagian atau seluruh jalan lahir. Hubungan seks bisa memicu perdarahan yang dapat membahayakan jiwa ibu dan janinnya. Jangankan berhubungan seks, tak berhubungan pun perdarahan sangat mungkin terjadi. Itulah mengapa, jika ada gangguan ini, hubungan seks dilarang dilakukan sampai dokter mengizinkan setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Rawan keguguran/persalinan prematur. Ada ibu yang kehamilannya sangat lemah, mudah keguguran, atau lahir prematur. Ada rangsangan sedikit saja, janin bisa gugur atau lahir prematur. Biasanya dialami ibu yang memiliki “rahim lemah” dengan riwayat keguguran dan persalinan prematur sebelumnya. Hindari berhubungan intim sampai dokter memberi “lampu hijau”.

Perdarahan per vaginam. Tanpa diketahui penyebabnya, kadang-kadang terjadi perdarahan. Sebaiknya tunda berhubungan intim sampai keadaan aman karena dikhawatirkan tengah terjadi proses keguguran. Anda harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera.

Serviks pendek/tipis. Beberapa perempuan memiliki serviks pendek atau tipis, kurang dari 2,5 cm. Penyebabnya hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun yang jelas, hal ini sangat membahayakan kehamilan yang sewaktu-waktu bisa mengalami perdarahan atau keguguran. Jika di trimester kedua, tepatnya 16-20 minggu, panjang serviks kurang dari 2,5 cm, maka akan dilakukan “pengikatan” mulut rahim supaya bisa terus melangsungkan proses kehamilan.

Penyakit menular seksual (PMS). Jika suami mengidap penyakit menular seksual, seperti gonore, sifilis, atau bahkan HIV/AIDS, maka hubungan seksual sangat tidak dianjurkan. Risikonya sangat berbahaya, penyakit dapat menular ke ibu sehingga meningkatkan risiko keguguran atau lahir prematur, juga dapat menginfeksi janin dan dikhawatirkan terjadi kecacatan pertumbuhan.

Nah, jika pada Anda dan suami tidak terdapat hambatan seperti yang disebutkan barusan, maka jangan ragu untuk melakukan kesenangan intim. Malah, di hari-hari menjelang tanggal perkiraan persalinan, hubungan seks semakin dianjurkan bagi ibu yang akan melahirkan normal. Sperma ternyata membawa hormon prostaglandin yang dapat membantu Anda mengalami kontraksi teratur agar bayi dapat lahir pada waktunya.

Narasumber: Dr Stephen Mandang, SpOG, M.BiomedSc., dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta

(Tabloid Nakita/Irfan Hasuki)

Categories: Sex Tag:, , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.