Arsip

Posts Tagged ‘Kategori’

5 Kategori Pernikahan Modern

Juni 10, 2011 Tinggalkan Komentar

KOMPAS.com – Pasangan modern cenderung mempertahankan pernikahan karena status atau anak, bukan cinta. Cinta semakin pudar dalam pernikahan modern. Tak sedikit pasangan modern memiliki perasaan mengambang dalam pernikahannya, antara bertahan atau bercerai.

Inilah yang coba diungkapkan Pamela Haag dalam bukunya In Marriage Confidential: The Post-Romantic Age of Workhorse Wives, Royal Children, Undersexed Spouses and Rebel Couples Who Are Rewriting The Rules. Buku mengenai pernikahan ini diterbitkan oleh penerbit asal New York, Amerika, HarperCollins, divisi dari News Corporation milik Rupert Murdoch.

Haag, ibu satu anak yang mengaku masuk kategori semi-bahagia dengan pernikahannya, membagi lima kategori pernikahan modern:

Pernikahan semi-bahagia

Dalam bukunya, Haag memaparkan setiap orang sering mengalami perasaan ambigu mengenai pernikahannya. Kadang merasa pernikahannya baik-baik saja, bahkan membahagiakan. Namun ada kalanya, muncul pemikiran bahwa orang tersebut merasa tak bisa lagi hidup bersama pasangannya. Kalau Anda merasakan hal ini sepanjang pernikahan, tandanya Anda masuk kategori pernikahan semibahagia.

Pernikahan untuk pengasuhan anak

Anak menjadi satu-satunya penyelamat pernikahan. Inilah yang mendasari pernikahan kategori ini. Anak menjadi pusat perhatian seluruh anggota keluarga. Suami dan istri punya peran yang sama dalam pengasuhan anak. Keduanya terlibat dalam urusan anak, di mana anak menjadi prioritas. Namun pernikahan sebatas menjalani peran ayah dan ibu, memenuhi kebutuhan anak.

Pernikahan dengan istri pekerja keras

Pernikahan ini dibangun dalam relasi suami istri di mana istri bekerja keras untuk pekerjaan yang tak disukainya. Istri bekerja pada perusahaan besar, yang tak begitu disukainya, demi menafkahi keluarga. Dengan suami yang mengejar mimpi sebagai profesional sebagai musisi atau hal lainnya.

Sindrom “Ed McMahon”

Ed McMahon adalah aktor dan komedian era 60-an yang dikenal dengan kata-katanya “Anda benar, Pak!”. Haag menganalogikan seseorang yang selalu mengiyakan apa pun kata pasangannya. Pasangan yang selalu setuju saja apa kata suami atau istri, dikategorikan pernikahan sindrom “Ed McMahon” oleh Haag.

Semi-menikah
Krisis ekonomi, pada akhirnya memicu konflik pasangan menikah. Saat masalah ekonomi mulai berdampak pada relasi suami-istri, dan perceraian muncul sebagai solusi, keadaan tak nyaman mulai muncul dalam pernikahan. Pasangan menikah merasa perceraian menjadi solusi masalah mereka. Namun mereka bimbang dengannya. Akhirnya, pasangan tinggal terpisah, namun masih memiliki status suami-istri.

Sumber: dailymail.co.uk

Categories: News Tag:, ,

3 Kategori “Entrepreneurship Online” di Multiply

Mei 22, 2011 Tinggalkan Komentar

 

KOMPAS.com – Situs jejaring sosial Multiply kini berintegrasi dengan situs belanja online, sebagai fitur barunya. Multiply Commerce namanya. Melalui fitur baru dari Multiply ini, anggota situs bisa bertransaksi jual-beli online, dengan mekanisme dan sistem pembayaran online yang dikelola secara profesional. Bagi member Multiply, Anda bisa berjualan dengan tiga pilihan kategori penjual.


Multiply Commerce menyediakan tiga pilihan kategori penjual online. Pilihan ini diberikan untuk memudahkan transaksi online, sekaligus juga meningkatkan kepercayaan dan kenyamaan pembeli dalam berbelanja online melalui situs jejaring sosial.


Daniel Tumiwa, Country Manager Multiply Indonesia, menyebut peluang bisnis ini sebagai entrepreneurship online. Untuk menjamin kenyamanan berbelanja online, Daniel menyebutkan terdapat tiga pilihan kategori penjual di Multiply Commerce.


1. Trusted Seller
Untuk masuk kategori ini, pebisnis online harus memenuhi syarat usahanya sudah berjalan satu tahun. Pebisnis online membayar Rp 375.000 per tahun untuk masuk kategori ini.


2. Trusted Merchant
Syarat utamanya sama seperti Trusted Seller, pebisnis online memiliki usaha yang sudah berjalan satu tahun. Pebisnis online membayar Rp 525.000 per tahun untuk masuk kategori ini.


3. Trusted Business
Untuk kategori ini, syaratnya lebih tinggi. Pebisnis online perlu menyertakan sejumlah dokumen. Tediri dari dua identitas pribadi, SIUP, bukti pembayaran listrik atau air, dan pihak Multiply akan melakukan survei pada usaha yang dijalankan.


“Kategori ketiga ini lebih menyasar usaha yang berbadan hukum,” jelas Daniel seusai konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu.


Entrepreneurship online di Multiply yang masuk kategori ini memiliki nilai tambah. Pasalnya, Multiply akan menjamin setiap transaksi jual-beli dari toko online yang terdaftar pada setiap kategori. Faktor keamanan dan kenyamanan belanja online menjadi penting. Mekanisme kategori penjual inilah yang menjamin keamanan belanja online. Pembeli bisa mendapatkan perlindungan dari Multiply jika terjadi sesuatu hal dengan penjual atau bisnis online yang terdaftar di setiap kategori. Misalnya perlindungan pada pengiriman barang, atau bahkan jika toko online tutup. Dengan kata lain, penjual yang tedaftar di setiap kategori, merupakan bisnis yang direkomendasi Multiply. Belanja online dengan rekomendasi tentu lebih nyaman bukan?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.