Arsip

Posts Tagged ‘Perempuan’

10 Perempuan Bertalenta di Ajang Miss Indonesia

Juni 7, 2011 Tinggalkan Komentar

 

KOMPAS.com – Terseleksi menjadi 10 besar dari 33 finalis pemilihan Miss Indonesia 2011 menjadi kebanggaan bagi perempuan muda. Pasalnya secara pribadi, mereka dinilai memenuhi kriteria MISS, sosok perempuan yang memiliki Manner, Impressive, Smart dan Social. Meski akhirnya hanya terpilih satu Miss Indonesia 2011, namun berhasil berdiri sejajar dalam deretan 10 besar kontes kecantikan merupakan pencapaian bernilai.


Lima juri pemilihan Miss Indonesia 2011, Liliana Tanoesoedibjo, Martha Tilaar, Tantowi Yahya, Ferry Salim, Harry Darsono memilih 10 finalis untuk diseleksi lagi menjadi lima dan tiga besar. Hingga akhirnya terpilih Miss Jawa Timur, Astrid Ellena Indriana Yunadi (21) sebagai Miss Indonesia pada malam puncak Jumat (3/6/2011) di Ballroom Central Park Jakarta.


Perempuan muda bertalenta dan berpotensi yang berhasil merajut mimpi di ajang Miss Indonesia 2011 di antaranya:

1. Merah Putri (19), Miss Daerah Istimewa Yogyakarta

Perempuan muda ini memilih profesi sebagai guru di lembaga kursus bahasa Inggris di Sleman. Anak pertama kelahiran 26 Januari 1992 ini fokus di bidangnya. Satu buktinya, Putri adalah penerima penghargaan olimpiade bahasa Inggris se-Sleman.

2. Nadya Siddiqa (21), Miss Banten

Mahasiswi Institut Teknologi Bandung jurusan Matematika ini pernah mengajarkan Angklung kepada masyarakat Jepang saat menjabat sebagai duta produk kecantikan pada 2008. Nadya berhasil masuk dalam tiga besar Miss Indonesia 2011, dan terpilih sebagai Second Runner Up.


Pemahaman Nadya mengenai kesehatan reproduksi perempuan, saat menjawab pertanyaan di 10 besar, rupanya memikat hati juri yang memilihnya masuk ke lima besar. Jawaban yang lugas mengenai perhatiannya terhadap generasi muda, terutama anak-anak dalam seleksi tiga besar meloloskannya ke babak berikutnya. Perempuan kelahiran 3 Februari 1990 ini juga terpilih sebagai Miss Lifestyle di ajang Miss Indonesia 2011.


3. Astrid Ellena Indriana Yunadi (21), Miss Jawa Timur
Mahasiswi Hubungan Internasional di Universitas Pelita Harapan ini menguasai tiga bahasa asing, Spanyol, Inggris dan Mandarin. Kepiawaian Ellen berkomunikasi di atas panggung final Miss Indonesia dalam bahasa Spanyol, Inggris dan Indonesia menjadi daya tarik tersendiri. Tentunya di samping kualitas diri dari perempuan yang kini memiliki gelar Miss Indonesia 2011, Miss Kulit Cantik dari Sariayu Martha Tilaar dan Miss Favorit.


Ellen, dengan kepercayaan dirinya, memberikan jawaban lugas dan tegas dari sejumlah pertanyaan di babak 10 besar, lima dan tiga besar. Hingga akhirnya, perempuan kelahiran 8 Juni 1990 terpilih sebagai Miss Indonesia 2011. Pengalaman sebagai Miss UPH dan Miss Photogenic UPH 2009 mematangkan mental Ellen untuk meraih mahkota Miss Indonesia meneruskan Asyifa Latief.


4. Fatya Ginanjarsari (17), Miss DKI Jakarta
Model yang menggemari menari ini memiliki tinggi 173 cm. Postur tinggi dengan kulit sawo matang membuat penampilan Fatya unik dan menarik di antara puluhan finalis Miss Indonesia 2011. Anak pertama kelahiran 7 September 1993 ini berhasil berkompetisi dengan finalis lain hingga tahapan lima besar. Pertanyaan di setiap tahapan seleksi menuju tiga besar, dijawab perempuan belia ini dengan caranya yang sederhana.


5. Nita Sofiani (18), Miss Jawa Barat
Mojang Bandung kelahiran 18 Oktober 1992 ini fasih berbahasa Inggris dan Mandarin. Pengalamannya mengikuti berbagai ajang pemilihan model dan masuk 10 besar menjadi modalnya tampil percaya diri di ajang Miss Indonesia. Nita berhasil masuk 10 besar, namun pesonanya tak berhasil membawanya ke tahap berikutnya.


6. Putu Tri BUlan Utami (17), Miss Bali
Paras ayu dengan tubuh proporsional Bulan memikat hati juri. Bulan terpilih sebagai Miss Tubuh Indah persembahan dari Sariayu Martha Tilaar.


Perempuan belia kelahiran Denpasar, 19 April 1994 ini lantang menjawab pertanyaan di babak 10 besar. Jawaban lugas diberikannya atas pertanyaan yang diajukan kontestan dari Riau. Bulan menjelaskan upaya yang semestinya dilakukan pemerintah mengatasi pernikahan dini. Menurutnya, penyuluhan ke sekolah penting dilakukan untuk menjelaskan akibat dari pernikahan dini. Bulan dengan tegas dan percaya diri menjawab, anak-anak di sekolah perlu ditekankan pada pencapaian cita-cita, dan mengenali alat dan kesehatan reproduksi, agar anak-anak yang belum siap mental tak terjebak dalam pernikahan dini.


7. Amanda Roberta Zevannya (20), Miss Papua Barat
Manda populer di malam puncak Miss Indonesia 2011, dengan meriahnya dukungan yang diberikan sepanjang malam. Dengan lantang dan percaya diri, Manda menjawab pertanyaan di babak 10 besar mengenai cyber crime. “Cyber crime adalah tindakan kriminal oleh pengecut yang tidak bertanggungjawab, mencari keuntungan untuk diri sendiri,” katanya lantang disambut tepuk tangan meriah dari pendukungnya di Ballroom Central Park, Jumat (3/6/2011) lalu.


Manda, perempuan berkarakter ini pun lolos ke lima besar, lalu ke tiga besar, dan bersaing dengan Ellen memperebutkan makhota Miss Indonesia 2011. Manda harus berpuas dengan menjadi first runner up Miss Indonesia 2011.


8. Eviliana (21), Miss Bangka Belitung
Kelebihan finalis Miss Indonesia 2011 di antaranya adalah penguasaan bahasa asing. Evi juga termasuk di dalamnya, ia menguasai bahasa Inggris dan Mandarin. Perempuan kelahiran Medan, 29 Oktober 1989 ini berhasil memikat hati juri masuk 10 besar, menyisihkan puluhan finalis lainnya.


9. Kayla Natalia Haman (23), Miss Kalimantan Barat
Kay, begitu panggilannya, bukan pertama kalinya mengikuti kontes kecantikan. Prestasinya sebagai Ambassador Favorite Pantene 2009 membuatnya tampil percaya diri di ajang Miss Indonesia 2011.


Perempuan kelahiran 25 Desember 1987 ini berprofesi sebagai pengajar public speaking. Tak sulit baginya menjawab pertanyaan di babak 10 besar. Kay dengan lugas dan percaya diri menjelaskan pendapatnya mengenai orangtua yang perlu belajar kepada anak. “Proses pembelajaran tidak bisa dilihat dari usia. Orangtua juga bisa belajar dari ketulusan hati dan kejujuran anak-anak,” jelasnya tangkas.


10. Madhina Nur Muthia (17), Miss Kalimantan Tengah
Perempuan belia ini multitalenta. Dhina, sapaan akrabnya, memiliki suara yang cantik dan dengan percaya diri ia bernyanyi merdu di malam puncak Miss Indonesia 2011 atas permintaan pembawa acara Miss Indonesia 2008 Sandra Angelia dan Ferdy Hasan.


Dhina melaju ke lima besar namun tak berhasil menuju ke babak berikutnya. Namun ia menerima penghargaan kategori Miss Sporty di ajang Miss Indonesia 2011 ini.

Categories: News Tag:, , ,

Banyak Perempuan Memilih “TTM”

Juni 6, 2011 Tinggalkan Komentar

KOMPAS.com — Hubungan “teman tapi mesra (TTM)” menjadi pilihan terbanyak kedua bagi perempuan di Amerika, setelah hubungan tanpa ikatan. Inilah sebagian hasil survei mengenai seks terhadap lebih dari 2.000 perempuan lajang usia 18-63 tahun yang diadakan oleh perusahaan media Self dan PopSugar Network di Amerika.

Survei untuk kategori partner seks menghasilkan data bahwa kebanyakan perempuan di Amerika menjalani hubungan seks tanpa ikatan. Hasil survei juga menunjukkan, perempuan cenderung melakukan hubungan seks atas dasar relasi TTM.

Sebanyak 63 persen perempuan tidak menyertakan cinta dalam mencari pengalaman seks. Namun, 31 persen dari mereka berharap, hubungan tanpa ikatan tersebut akan mengarah pada hubungan yang lebih serius.

Sementara 58 persen perempuan memilih teman dekat atau teman-teman di lingkungan pergaulannya untuk menjadi partner seks. Untuk menghindari konflik, hubungan seperti ini sebaiknya dilandasi dengan kesepakatan awal. “Pisahkan perasaan dengan pertemanan. Sebaiknya bicaralah secara spesifik mengenai motif masing-masing dalam menjalani hubungan,” saran Linda Young, PhD, psikolog di Bellevue, Washington.

Masih dalam jumlah yang signifikan, 49 persen dari 2.000 perempuan Amerika mencari partner seks dari orang yang tak dikenalnya dekat. Hubungan one-night stand menjadi pilihan sebagian perempuan. Meski begitu, perempuan berhati-hati memiliki tipe hubungan tanpa komitmen seperti ini. Sebanyak 41 persen dari perempuan tipe ini mengaku ekstrahati-hati dalam menjalani one-night stand.

Sementara 34 persen responden mengaku mencari partner seks hanya pada saat keduanya merasa saling membutuhkan.

Menanggapi hasil riset ini, Pepper Schwartz, PhD, profesor sosiologi di Universitas Washington, Seattle, mengatakan, perlu dicamkan bahwa menjalani hubungan seks setia dengan satu pasangan lebih aman dan tak harus direpotkan dengan kencan atau romantisme. “Namun, seks hanyalah seks, yang takkan pernah bisa memberikan kepuasan,” lanjutnya.

Sumber: SELF

Categories: News Tag:, ,

Alldressedup, Gaya Perempuan Urban

Mei 28, 2011 Tinggalkan Komentar

KOMPAS.com – “I was all dressed up at six!” adalah jawaban Tina Tan-Leo ketika ditanya suaminya, Lionel Leo, mengenai bagaimana dan kapan passion-nya terhadap fashion dimulai. Kalimat itu lalu menjadi filosofi brand lokal Singapura yang mereka dirikan ini dalam mendesain busana untuk perempuan urban. Dengan selera dan pandangan mereka yang jauh ke depan, serta tim desainer, spesialis produksi, dan penata gaya yang kreatif, label ini berhasil menjangkau pasar di tingkat internasional.

Brand ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2005, dan secara rutin berpartisipasi dalam ajang fashion tahunan, Singapore Fashion Festival. Event ini jelas memberi peluang bagi brand ini untuk dikenal secara luas di skala regional maupun internasional. Berkat aktivitas marketing, branding, dan distribusi yang intens pula mereka berhasil mengikuti pekan mode bergengsi seperti New York dan Paris Fashion Week.

Koleksi alldressedup juga dapat ditemukan di berbagai department store terkemuka seperti Saks Fifth Avenue (Amerika), Lane Crawford (Hong Kong), Net-a-Porter (Amerika dan Inggris), dan Biffy (Italia). Selain, brand ini juga berhasil mendapat publikasi di majalah Vogue, Elle, InStyle, Harper’s Bazaar, hingga Financial Times, Time, O, dan Newsweek.

Kunci dari kesuksesan brand ini adalah kemampuan mendesain rancangan yang wearable namun sangat berkelas. Segmen pasar mereka adalah perempuan urban yang stylish, percaya diri, dan tidak mudah terpengaruh tren musiman yang cepat berlalu. Hal ini terlihat dari para undangan yang menghadiri peragaan busana koleksi Autumn/Winter 2011 dari alldressedup dalam sesi Audi Fashion Festival di Ngee Ann City Civic Plaza, Singapura, Selasa (17/5/2011) lalu. Berbagai gaya busana ditampilkan para perempuan undangan ini, dan tak satupun dari mereka yang memilih sentuhan yang sama.

Sebanyak 30 busana diperagakan dalam fashion show yang merupakan bagian dari event Asia Fashion Exchange 2011 ini. Rancangan alldressedup cenderung mengaburkan batas-batas antara fashion dan seni, feminin dan maskulin, serta mempertentangkan banyak aspek. Koleksi mereka hadir dalam versi yang paling sederhana seperti little black dress, cocktail wear, pants, short pants, jumpsuit, hingga outerwear.

Sisi feminin dan maskulin bertemu ketika outerwear berupa jaket kulit berpadu serasi dengan gaun-gaun cocktail, atau blazer dari wol berwarna kelabu yang menutup atasan motif print dengan leher beraksen ruffle. Materi yang keras seperti kulit dipadukan dengan bahan yang lembut seperti sifon. Ada pula overcoat dengan bahan wol yang menjadi lebih soft dengan balutan scarf warna pink.

Beberapa koleksi alldressedup juga menggunakan motif animal print seperti leopard atau cheetah. Motif ini muncul dalam bentuk baju terusan, bawahan, scarf, dan blazer. Selain dipadukan dengan bahan polos atau hanya menjadi aksen di bagian dada, ada pula blazer print yang ditumpuk dengan gaun print dengan pola yang berbeda.

Jumpsuit sedang menjadi tren saat ini, dan alldressedup sedikit memanjakan penggemar dengan beberapa koleksi jumpsuit-nya. Jumpsuit warna kelabu dengan aksen berupa simpul di pinggul dikenakan dengan kardigan panjang warna gading. Jumpsuit dengan halter neck dan model kemben juga cukup menarik. Satu tali pundaknya hanya diselempangkan di pundak lalu dijepit dengan ikat pinggang atau bros.

Selain koleksi busana, alldressedup juga menampilkan koleksi aksesorinya yang terdiri atas tas, clutch, kalung, gelang, dan belt. Dan siapa bilang gaun bermotif print tak boleh dikenakan dengan kalung bergaya etnik? Alldressedup menunjukkan bahwa Anda boleh melakukan apa saja sesuai dengan gaya pribadi Anda.

Categories: News Tag:, ,

Belanja dan Jualan Online, Dunianya Perempuan

Mei 23, 2011 Tinggalkan Komentar

 

KOMPAS.com – Berjualan online, termasuk dengan menggunakan situs jejaring sosial, kini semakin banyak dilirik. Pemilik bisnis memanfaatkan peluang bisnis praktis, mudah dan murah ini. Perempuan tercatat sebagai kalangan yang paling banyak menggunakan kesempatan ini. Jumlah perempuan yang berbisnis online di Multiply.com misalnya, lebih tinggi daripada laki-laki. Produk yang dijual juga lebih banyak berurusan dengan dunia kaum hawa, seperti produk fashion dan perlengkapan bayi.


Situs jejaring sosial yang terintegrasi dengan fitur e-commerce, Multiply Commerce, memimpin dengan 35.000 lebih toko online di Multiply.com. Menurut survei Alexa, Multiply berada di urutan nomor satu untuk kategori e-commerce, ungkap Daniel Tumiwa, Country Manager Multiply Indonesia, di sela konferensi pers Multiply Commerce di Jakarta, Rabu (18/5/2011) lalu.


Menurut Daniel, peluang bisnis online ini banyak diminati perempuan. Sebanyak 60 persen perempuan tercatat berjualan di Multiply. Sementara 40 persen sisanya adalah laki-laki. Kebanyakan pelaku jualan online berasal dari kalangan perempuan muda. Bisnis online dianggap lebih menguntungkan, dengan penghasilan lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan.


Belanja dan bisnis online menjadi dunianya perempuan. Tak heran karena memang perempuan lah pemegang keputusan berbelanja di rumah tangga. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu berkali-kali menyampaikan pernyataan ini di berbagai kesempatan. Bahwa perempuan adalah pembuat keputusan berbelanja untuk dirinya dan keluarganya.


Kembali ke pernyataan Daniel, belanja online di Multiply juga didominasi produk fashion dan perlengkapan bayi. “Ada 8.000 produk terdaftar di Multiply Commerce, kebanyakan fashion dan perlengkapan bayi,” akunya.


Lagi-lagi, perempuan punya kendali. Belanja online bukan sekadar gaya hidup perempuan, tetapi juga menjadi celah yang dicermati perempuan sebagai peluang meningkatkan penghasilan. Memahami bahwa perempuan gemar belanja online, kaum hawa juga jeli menggunakan kesempatan ini untuk berjualan. Kekuatan jaringan kaum perempuan, pada akhirnya membuat mereka berdaya untuk dirinya, dan berkontribusi untuk ekonomi keluarga.

Categories: News Tag:, , , ,

Nafsu Seks Perempuan Lebih Besar?

Mei 21, 2011 Tinggalkan Komentar

KOMPAS.com — Sebagian orang masih menganggap seks sebagai hal tabu dan sering dikaitkan dengan aktivitas orang dewasa yang belum pantas dilakukan orang yang belum menikah. Itulah kenapa kemudian seks menjadi bahan perbincangan yang dilakukan sembunyi-sembunyi.

Akibatnya, seks sering dikaitkan dengan mitos-mitos yang menjadi budaya masyarakat. Semakin sering didengar, semakin dianggap sebagai kebenaran. Padahal, yang namanya mitos belum tentu benar. Dengan pengetahuan seks yang baik (dalam bentuk pendidikan kesehatan reproduksi), mitos-mitos seperti ini sedikit demi sedikit akan hilang ditelan waktu. Nah, mitos apa saja yang sering beredar di masyarakat, berikut penjelasan dr Iwan Setyawan, konsultan seks dari Klinik Curhat, Semarang.

Mitos: Nafsu wanita lebih besar dari pria
Secara umum tidak ada perbedaan dorongan seks antara wanita dan pria, karena secara hormonal mereka mempunyai kadar hormon seks estrogen, progesteron, maupun testoteron yang sama.

Barangkali secara ekspresi, wanita lebih malu untuk menunjukkan nafsu yang muncul, sehingga cenderung “menutupi” dan akhirnya tabungan nafsunya akan dikeluarkan secara meletup-letup pada saat melakukan hubungan seks dengan pasangan. Sebaliknya, pria cenderung lebih ekspresif dan blak-blakan soal seks, sehingga membuat nafsu yang mereka tunjukkan terlihat “biasa-biasa saja”.

Mitos: Wanita ras tertentu nafsunya lebih hebat
Nafsu atau dorongan seks yang hebat sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain gizi yang baik, pikiran yang sehat, dan pengaruh lingkungan. Misalnya, seseorang yang sering mengakses sesuatu yang membuatnya terangsang akan meningkatkan dorongan seks lebih cepat dibanding seseorang yang tidak merasa perlu mendapatkan rangsangan-rangsangan seperti itu.

Kalaupun ada ras atau komunitas tertentu yang mempunyai dorongan seks yang tinggi dan kelihatan lebih hebat, pasti karena kebetulan lingkungan mereka sudah terbiasa terstimulus oleh hal-hal yang bersifat erotis, atau karena kebiasaan-kebiasaan yang sering mereka lakukan, seperti olahraga teratur, pola makan seimbang, dan istirahat cukup. Pengetahuan seks yang baik juga sangat menentukan kehebatan seseorang pada saat melakukan hubungan seks.

Mitos: Posisi di atas membuat wanita cepat orgasme
Data yang diperoleh di lapangan menunjukkan sebagian wanita setelah menikah jarang atau bahkan tidak pernah mendapatkan kepuasan seksual atau orgasme, dengan beberapa alasan. Misalnya hubungan seks yang terlalu cepat, kurang variatif, atau karena mood wanita kurang baik pada saat itu.

Salah satu kunci kepuasan seks pada wanita adalah hubungan seks yang menyenangkan dalam posisi yang menguntungkan, di mana wanita memungkinkan bisa menentukan arah penetrasi yang tepat, sehingga kepuasan seks lebih mudah didapatkan. Tidak selalu harus dalam posisi di atas atau woman on top. Posisi apa pun akan tetap mampu menimbulkan orgasme dan bahkan multiple orgasms asal wanita dalam kondisi mood yang baik dan bergairah.

Mitos: Orgasme = G-spot
G-spot adalah titik erotis yang ditemukan oleh Grafenberg pada tahun 1980-an, yang kemudian dianggap sebagai area yang memudahkan seorang wanita mencapai kepuasan seksual (orgasme).

Para ahli menemukan bahwa bagian tersebut ternyata mengandung saraf-saraf yang sangat sensitif, yang apabila terangsang akan membuat wanita mengalami kepuasan luar biasa pada saat hubungan seksual. Padahal, kepuasan seksual wanita sangat banyak faktornya, antara lain mood  yang baik, posisi yang menyenangkan, dan pemanasan yang cukup, tidak hanya dari area G-spot. Tetapi memang, titik G-spot akan sangat membantu wanita mendapatkan orgasme.

Mitos: Vagina kering lebih oke
Mitos seperti ini justru menjerumuskan, karena kondisi vagina yang sangat lembab dengan keasaman tertentu sangat dibutuhkan untuk kenyamanan seseorang pada saat beraktivitas fisik, termasuk aktivitas seksual. Bisa dibayangkan jika vagina dalam keadaan kering, tentu hubungan seks menjadi sangat tidak menyenangkan dan pasti menyakitkan. Maka, tak salah bila dalam hubungan seks wanita membutuhkan pemanasan yang cukup, ditunjang mood yang baik, lubrikasi atau keluarnya cairan pelumas sangat membantu kenyamanan dalam hubungan seks. Coba bayangkan jika hubungan seks dilakukan dalam keadaan vagina kering dan tidak mengeluarkan pelumas….

Mitos: Kehamilan ditentukan oleh orgasme wanita
Beberapa pasangan suami-istri yang sudah sekian lama menikah dan belum punya keturunan menanyakan, apakah gara-gara tidak pernah mencapai orgasme setiap berhubungan seks membuat wanita tidak dapat hamil?

Faktanya, kehamilan tidak ditentukan oleh kepuasan seks, melainkan oleh pembuahan sel telur oleh sperma yang terjadi pada saat masa subur. Mereka berpikir bahwa pada saat orgasme terjadi pengeluaran sel telur yang siap dibuahi, padahal tidak demikian kenyataannya. Orgasme hanya mengeluarkan cairan yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar Bartholini dan tidak mengandung sel telur. Artinya, tidak ada kaitan antara kehamilan dan orgasme seorang wanita.

(Tabloid Nova/Hasto Prianggoro)

Categories: News Tag:, , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.