Arsip

Posts Tagged ‘Presentasi’

Tampil Memukau saat Presentasi

Juni 14, 2011 Tinggalkan Komentar

Tidak semua orang mampu mengendalikan dirinya ketika harus tampil berbicara di depan umum, atau banyak orang untuk mempresentasikan seseuatu. Rasa panik dan gugup bisa saja menyerang secara tiba-tiba sehingga membuyarkan konsentrasi dan ingatan Anda.


Namun ketakutan tersebut bisa saja dikikis jika Anda senantiasa berlatih untuk menanggulangi rasa takut tersebut.



Fisik. Ketika kita merasa tertekan maka kita akan mengalami reaksi simpatik atau respon stres. Kebalikan dari kondisi ini adalah keadaan mengambang atau respon santai. Cara termudah untuk memicu respon santai adalah dengan mengontrol pernapasan. Bernapas ringan selama 3 hitungan, tahan napas selama 1 hitungan kemudian keluarkan napas selama 9 hitungan. Teknik ini akan memperlambat pernapasan anda dan meningkatkan aliran oksigen ke otak anda.


Mental. Ingatlah ketika anda benar-benar berhasil berbicara secara efektif dengan satu atau lebih banyak orang. Hidupkan lagi pengalaman tersebut. Di manakah anda berada? Apa yang anda lihat ? Sensasi fisik apa yang anda rasakan, hangat atau dingin? Bagaimana perasaan anda? Suara apa yang anda dengar? Dengan berfokus pada saat anda berhasil tampil dengan baik maka anda akan menempatkan diri anda dalam kondisi mental yang positif dan melawan respon stres secara mental.


Pengelolaan prilaku kognitif. Keyakinan kita pada kemampuan kita untuk menafsirkan hal-hal yang terjadi pada kita dan tafsiran tersebut akan membangkitkan pikiran, emosi, dan prilaku kita. Cara termudah untuk mengatasi pikiran negatif adalah fokus pada salah satu pikiran positif misalnya “Saya senang berada di sini”, “Saya senang para pendengar di sini”, “Saya peduli bahwa mereka akan mendapatkan manfaat dari pembicaraan saya”, dan “ Saya telah menyiapkan diri saya dengan baik mengenai isi pembicaraan”.


Membayangkan orang-orang di dunia yang anda pikir merupakan orang yang paling efektif dalam berbicara. Gambarkan mereka dalam pikiran anda sampai pada pandangan anda dan lihatlah bagaimana mereka berbicara. Kemudian bayangkan anda dapat menyatu dalam diri mereka dan rasakan seolah-olah anda berada pada posisi mereka dan menyampaikan pembicaraan. Tahap ketiga adalah membayangkan tubuh mereka menyatu dengan apa yang anda bicarakan dengan cara yang paling efektif. Dan hal ini benar-benar berhasil!


Kontak mata dengan peserta. Banyak pembicara membiarkan dirinya turun rasa percaya dirinya dengan melihat ke lantai, ke atap, dan tempat lain daripada kepada pesertanya. Berlatihlah untuk melakukan lebih banyak kontak mata kepada semua orang untuk mensensitifkan diri anda dengan proses ini. Kemudian dengan peserta anda, lakukanlah teknik lazy S.


Lihatlah kepada seseorang di bagian depan di sebelah kiri anda dan lakukan kontak mata. Kemudian pindahkan mata anda ke sebelah kanan, kemudian bergerak ke belakang peserta dan ke sebelah kiri demikian seterusnya sampai anda membentuk huruf S yang besar. Anda dapat menggantikan ke sebelah belakang dan menggerakkan huruf S atau membayangkan membuat huruf S yang terbesar. Yang menjadi tujuan adalah anda dapat merasakan apa yang mereka rasakan terhubung dengan anda melalui kontak mata .


 

Categories: Fashion Tag:, ,

Agar Presentasi Mampu Memikat Audience

Mei 27, 2011 Tinggalkan Komentar

Buatlah materi presentasi semenarik mungkin.

KOMPAS.com – Presentasi menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Dasar masalahnya adalah pada ketidakmampuan melakukan public speaking, ditambah dengan penguasaan materi yang kurang atau ketidaksiapan dalam menyusun bahan presentasi itu sendiri. Padahal, presentasi dapat berjalan efektif selama Anda mempersiapkannya dengan matang. Berikut adalah langkah-langkah menyiapkan presentasi:

1. Persiapan dapat dimulai dengan mengenali audience yang akan menyimak presentasi Anda. Mengenali audience dapat membantu Anda menyiapkan bentuk komunikasi yang akan Anda pilih untuk menyampaikan pesan.

2. Setelah itu, pikirkan poin-poin paling penting yang wajib Anda sampaikan kepada audience. Masukkan poin-poin tersebut ke dalam slide presentasi, dan imbangi dengan visual seperti gambar atau video. Perlu diingat, sampaikan hanya satu ide untuk satu slide presentasi agar audience fokus pada poin yang ingin Anda tekankan.

Dalam satu slide, tampilkan maksimum 7 sampai 8 kalimat saja. Semakin sedikit teks, maka akan semakin menarik presentasi Anda. Gunakan ukuran atau jenis huruf yang berbeda jika Anda ingin audience mengingat pesan yang menurut Anda penting.

3. Persiapan juga bisa dilanjutkan dengan mengatur waktu presentasi sesuai dengan waktu yang disediakan oleh klien, atau oleh panitia jika presentasi berbentuk lomba. Bagi waktu dengan baik untuk menyiapkan alat-alat pendukung, waktu untuk memperkenalkan diri, waktu untuk inti presentasi, dan waktu untuk sesi tanya-jawab.

4. Jangan lupa untuk membuka presentasi dengan memperkenalkan diri dan menutup presentasi dengan menyampaikan kesimpulan. Kata-kata untuk pembuka dan penutup presentasi ini juga harus disiapkan. Inti dari presentasi adalah menjual. Apakah menjual produk, konsep, ide, atau bahkan diri Anda sendiri. Maksud menjual di sini adalah bahwa presentasi membantu Anda memperkenalkan diri Anda, produk, dan ide, kepada calon investor ataupun klien agar tertarik untuk bekerja sama.

“Dalam rangka menjual itu, Anda adalah bintangnya! Jadi jangan takut untuk tampil, karena seharusnya memang Anda yang menjadi pusat perhatian,” ujar Lawrence Tjandra, Senior Consultant dari Inke Maris and Associates saat memberikan workshop presentasi efektif di depan para finalis L’Oreal Girls Camp 2011 di Rumah Jambuluwuk Resort, Ciawi, Selasa (24/5/2011) lalu.

Dalam hal percaya diri, Tjandra menyarankan agar hadir 15 menit sebelum presentasi agar dapat mempersiapkan alat dan bahan presentasi dengan baik, sehingga tidak terburu-buru saat akan tampil. Persiapkan segala pendukung presentasi selengkap mungkin untuk memperkecil resiko kesalahan yang bersifat teknis seperti listrik mati, slide macet, dan lain sebagainya.

“Saat kita merasa siap, rasa gugup itu akan hilang sedikit demi sedikit saat kita sudah mulai berbicara,” jelas Tjandra.

Tjandra juga menyarankan agar presenter tidak berdiri menghalangi cahaya yang menerangi slide presentasi. Presenter juga harus memegang pengeras suara dengan benar sehingga suara yang keluar jelas terdengar.

“Tempatkan mic di depan mulut, jangan di samping! Mic itu memperbesar suara dari tengah, bukan dari samping,” tegasnya.

Selain itu, mempersiapkan catatan-catatan pendukung berguna untuk memperkecil resiko “blank” saat presentasi berlangsung. Catatan-catatan kecil dalam genggaman tangan bisa membantu untuk mengingatkan ketika mendadak lupa pada materi presentasi karena gugup atau karena konsentrasi terpecah.

Terakhir, jangan gunakan pakaian atau perhiasan berlebihan yang membuat orang lebih fokus melihat penampilan Anda ketimbang materi presentasi Anda. 

Categories: News Tag:, , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.